Tuesday, February 8, 2011

Sayang.........

Maaf jika untai kataku buraikan mimpi kita

Aku ingin jujur tentangnya

Seorang yang datang saat kau ada

Saat ku bermuka dua dan berbagi cinta

Aku tersadar

Sayang.............
Ini bukan salahku dan salahmu

Kuhanya melanjut hidup yang tergaris didahiku

Hidup yang mengantarku padamu dan dia

Ia sungguh sederhana

Ia beri angin sayapku tuk mengepak tanpa minta dahan tuk balasan

Ia beri telinga saat kuingin berbagi tentang segala yang kulalui hari ini

Ia beri aku bicara yang bisa tenangkan badai samudra

Ia beri aku perlindungan hanya dengan sejumput senyuman

Semua ada saat kau berkubang dalam harimu yang perlahan membenam hadirku

Ya, aku tlah berkhianat padamu

Kubagi cinta yang dulu sepenuhnya mulikmu

Kini kuingin jujur padamu

Dia telah ambil tempat dihatiku dan mensemayamkan dirimu

Maaf................

Saturday, February 5, 2011

SIDRAPku...( Arti Lambang )

TANGAN menggenggam erat serumpun padi yang menguning. Melalui gambaran yang tersurat dalam logo kabupaten, mau dikatakan bahwa daerah yang letaknya 188 kilometer di sebelah utara Makassar ini merupakan penghasil beras. Alam cukup berbaik hati kepada Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Wilayah ini memiliki dataran rendah 47 persen dari luas kabupaten. Dari dataran ini, terbentang lahan 46.000 hektar, yang dikelola oleh 60 persen tenaga kerja produktif penduduknya.

BENTANGAN lahan seperti sawah diuntungkan dengan adanya irigasi Saddang yang berpusat di Kabupaten Pinrang. Irigasi Bila, Irigasi Bulu Cenrana, dan Irigasi Bulu Timoreng berpusat di Sidrap. Irigasi ini mengairi hampir seluruh Kecamatan Pancalautang, Tellu LimpoE, Watang Pulu, Baranti, Panca Rijang, Maritengngae, Pitu Riawa dan DuapituE. Berkat keberadaan irigasi ini, sekitar 78 persen lahan sawah mampu ditanami dua kali setahun. Sampai tahun 2001, produksi padi persawahan Sidrap lebih dari 400.000 ton.

Karena dianggap memiliki potensi yang besar di bidang perberasan, Kabupaten Sidrap dilibatkan dalam program pengembangan sentra padi Bosowasipilu, yaitu Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu. Produksi padi ini juga didukung oleh ketersediaan benih yang memadai oleh PT Sangiangseri yang mampu menyediakan 6.000 hingga 7.000 ton benih per tahun. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, perusahaan ini juga memasok kebutuhan benih daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan (Sulsel) ataupun di luar Sulsel.

Usaha pertanian sampai sekarang menjadi penggerak utama roda kegiatan perekonomian Kabupaten Sidrap. Pada tahun 2001, sumbangan lapangan usaha ini Rp 516 milyar dengan tanaman bahan pangan 77,7 persen.

Tahun 2000-2001, produksi padi turun dari 480.000 ton menjadi 440.000 ton. Penurunan ini disebabkan kondisi iklim yang tidak menentu. Musim kemarau yang panjang menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi. Apalagi tahun 2002 debit sumber irigasi persawahan turun. Musim kemarau yang berjalan empat bulan ini menurunkan sumber irigasi Sungai Saddang dari debit normal 100 meter kubik per detik menjadi 34 meter kubik per detik. Padahal, irigasi ini harus mengairi 15.000 hektar sawah. Irigasi Bulu Cenrana dan Bila juga turun menjadi 10 meter kubik per detik.

Oleh karena itu, Kabupaten Sidrap tidak hanya mengandalkan tanaman bahan pangan. Produk andalan lainnya adalah hasil perkebunan. Separuh topografi Kabupaten Sidrap yang bergunung dan berbukit-bukit sangat cocok untuk tanaman jambu mete, kakao, dan kemiri. Ketiga komoditas perkebunan tersebut hampir dapat dijumpai di seluruh kecamatan.

Perkebunan jambu mete banyak dijumpai di Kecamatan Watang Pulu, Pitu Riawa, Pancalautang, Tellu LimpoE dengan luas areal 6.391 hektar. Pada tahun 2001, produksi mete Kabupaten Sidrap mampu menghasilkan 5.381 ton biji kering (belum dikupas kulitnya). Biji kering ini kemudian dibawa oleh pedagang perantara ke Makassar untuk diolah menjadi makanan kecil. Sidrap sendiri belum memiliki industri pengolahan mete.

Perkebunan kakao tersebar di seluruh wilayah kabupaten dengan luas areal 6.721 hektar dan produksi 5.360 ton. Hasilnya masih kalah jauh dibandingkan dengan kabupaten tetangganya, Bone dan Pinrang. Demikian pula hasil kemiri. Produksinya juga masih kalah dengan kabupaten lain. Namun demikian, perkebunan telah menyumbang Rp 75 milyar terhadap kegiatan ekonomi kabupaten.

Ternak menjadi komoditas yang terkenal pula di Sidrap. Bila dibandingkan dengan daerah lain di Sulsel, Sidrap merupakan penghasil telur terbesar. Total produksi telur yang dihasilkan pada tahun 2001 sebesar 5.900 ton. Sebagian besar berasal dari ayam ras. Produksi ini, selain untuk konsumsi lokal, juga didistribusikan ke daerah lain di Sulsel dan sebagian Kalimantan.

Produk pertanian ini, selain diperdagangkan di daerah sendiri, juga dibawa ke Makassar ataupun Pare-Pare. Bakat berdagang penduduk Sidrap menjadikan perdagangan di kabupaten ini berkembang. Perdagangan menempati peringkat kedua setelah pertanian. Pada tahun 2001 sektor ini mampu membukukan nilai sebesar Rp 163 milyar.

Wilayah ini menjadi salah satu daerah transit pedagang-pedagang yang akan menuju Makassar, sekaligus menjadi tempat pengambilan barang dagangan, seperti beras dan hasil perkebunan. Posisi Kabupaten Sidrap cukup strategis karena dilalui jalur kendaraan dari Sulsel bagian utara yang akan menuju ke Makassar atau Pare-Pare.

Di Kabupaten Sidrap juga terdapat bahan tambang yang belum dieksploitasi dan masih dalam tahap penelitian, seperti batu bara yang ditemukan di Kecamatan Pitu Riawa dengan volume sekitar 31 juta meter kubik. Batu gamping, marmer, dan lempung pun diduga terkandung merata di hampir seluruh wilayah daerah ini. Sedangkan bahan galian yang sudah dimanfaatkan adalah tambang golongan C. Namun sayang, pengolahannya masih tradisional, seperti pasir kuarsa, pasir sungai, kerikil, dan batu gunung.

Kekayaan alam daerah ini cukup besar, seperti pertanian, perkebunan, dan hasil tambang. Didukung moto unggulan mereka, yaitu Resopa Tammangingngi Malomo Nalatei Pammase Dewata, yang artinya, hanya dengan kerja keras yang dilandasi dengan niat suci dan doa, rahmat Tuhan akan mudah tercurah. Apakah semangat ini sudah meresap dalam sanubari masyarakat dan perangkat pemerintah? Itulah pertanyaan yang masih harus dicari jawabnya.

Thursday, February 3, 2011

Jangan bersedih sahabat dengan berkabut dalam sunyi
hujankan airmatamu di dadaku,
agar kudengar gemuruhnya
rebahlah dalam pangkuan untuk kautumpahkan segala
kegundahan
...
tak kan kuseka sembab matamu,
tak kan kuhapus jejak basahnya
biarlah menjadi sungai di lembah hatiku
akulah muara segala kesedihanmu.

Menangislah sahabat, sederas sungai membelah kelam
agar aku larut di dalamnya agar diam diam menjadi airmatamu
untuk kuselami rongga jiwamu dan kularung kepedihanmu

kehidupan tidak selalu meninggalkan keindahan
biarkan kenangan membungkusnya di kejauhan
dekaplah dadaku, selimut hangat ini khusus untukmu.

Hikmah

Ada suatu kisah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, dengan hikmah ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.



Hari pertama anak itu telah melakukan 32 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memaku paku ke pagar.



Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.



Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.



Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.

“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”



“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu dan perbuatanmu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain”



Sahabat Hikmah...

AMARAH adalah suatu FITRAH yang ada dalam diri manusia

Tetapi bila kita TIDAK meLUAPkannya...

Maka itu adalah lebih UTAMA...

Karena luapan kemarahan hanya akan MENYAKITI orang lain yang akan 'terus MEMBEKAS'

Dan menjadi 'PENYESALAN' diri kita...



”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yangbertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya danmema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)



Seorang lelaki datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,

“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)



Sahabat Hikmah...

Jagalah MULUTmu...

Seperti menjaga KEMALUANmu !

Karena keBANYAKan penduduk NERAKA...

Bukan hanya orang yang tidak bisa menjaga KEMALUANnya...

Tetapi juga orang yang tidak bisa menjaga MULUTnya *.



"Perkara yang paling BANYAK mengANTARkan orang masuk ke NERAKA

adalah MULUT dan KEMALUAN." (HR. Tirmidzi)



"Barang siapa berIMAN kepada ALLAH dan HARI AKHIR...

Maka berKATAlah yang BAIK atau DIAM." (HR. Bukhori-Muslim)



OFA



* (menjaga mulut bukan hanya dari ucapan yang tidak baik seperti ucapan yang menyakitkan, ghibah (gosip), fitnah, namimah (mengadu domba), panggilan yang buruk dll, tetapi juga menjaga dari makanan yang syubhat dan haram)

YA ALLAH

Datang sudah hari ini, Hari dimana dulu aku dilahirkan
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru
Menjelang perkenalanku dengan dunia ini

Hari ini aku mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas…
Tapi apa yang telah aku berikanUntuk orang2 yang tertawa sekaligus haru
Menjelang kelahiranku...

Hari ini genap sudah umurku.......
Apa yang telah kuberikan untuk
Agamaku untuk tuhanku untuk kedua orang tuaku
Untuk sahabatku yang rela berkorban untukku

Hari hari lewat, pelan tapi pastiHari ini aku menuju satu puncak tangga yang baruKarena aku akan membuka lembaran baruUntuk sisa jatah umurku yang baru…

Apa yang yang harus ku persiapkan untukmasa depanku, untuk akhirat ku,
untuk kedua orang tuaku yang mencintaiku dan untuk Tuhanku
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang

Ya, berhutang pada diriku…
Karena ibadahku masih pas-pasan…
Ya Allah amunilah dosa2ku & dosa2 kedua orang tuaku....
Di saat-saat akan berpisah...
Baru terasa indah`a saat kita bersama
Ku rasakan damai kala kau hadir...
Di dalam hari-hari`ku.....

...Di saat-saat akan berpisah...
Semakin saja ku rasakan cinta`ku yg besar pada`mu....
Matahari hati`ku....membuat cerah hari-hari sedih`ku....

Andai saja aku tau...
Kita berdua akan terpisah jauh
Aku akan menikmati bersama`mu bahagia setiap waktu...

Andai saja aku bisa terbang ke masa lalu..
Kan ku matikan waktu agar engkau selama`a bersama`ku...

Sedih....sepi.....rasa di hati...saat ku lepaskan jemari tangan`mu...
Akankah kita bisa jumpa lagi...
Atau berakhir di sini....

Sedih....sepi....rasa di hati....
Namun ku berjanji dengan setulus hati...
Cinta kasih ini...
Kan ku simpan rapi.....
Di relung hati....

WANITA

WANITA memiliki kekuatan yang lebih besar dari seorang PRIA untuk dapat mengampuni lebih banyak, mengasihi lebih banyak, berkorban lebih banyak juga, menjadi penolong yang kuat bagi RUMAH TANGGA NYA…!!

Kecantikan seorang WANITA bukanlah dari pakaian yang dikenakan, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir dan menata rambutnya. Kecantikan seorang WANITA harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya, tempat di mana CINTA itu ada…

WANITA cantik melukiskan kekuatan lewat masalah. Tersenyum saat tertekan, tertawa di saat hati sedang menangis, memberkati di saat terhina, mempesona karena mema’afkan…
WANITA cantik mengasihi tanpa pamrih dan mencintai dengan ketulusan hati, serta kekutan dalam iman dan pengharapan...

TUHAN memberikan setiap wanita hati yang siap mengampuni sesamanya bahkan di saat kondisi terpuruk sekalipun…
Berhati – hatilah jika PRIA atau SUAMI membuat seorang WANITA atau ISTRI menangis, karena TUHAN menghitung setiap tetesan air matanya…

Hai PRIA atau SUAMI bukan kalian yang memilih WANITA, tapi WANITA yang memilih kalian. Jadi pantaskanlah diri kalian oleh WANITA yang terbaik dan bernilai, berpakainlah yang menawan dan berwibawa, mapanlah dalam karier, bijaksanalah dalam bertindak, sehingga engkau menjadi PRIA yang dimuliakan oleh WANITA. Karena

WANITA memilih bukan untuk dirinya, tapi untuk memilih seorang pemimpin dalam sebuah keluarga juga seorang yang layak mendapat penghormatan, dukungan dan dorongan. Karena dibalik kesuksesan seorang PRIA selalu ada dorongan dan pengorbanan WANITA hebat.